Apa yang ada di pikiran kalian jika mendengar kata asrama?
Semua pasti akan berpendapat sama bahwasanya asrama adalah tempat yang membuat semuanya terbatas. Hal utama yang pastinya akan dirasakan oleh penghuni asrama adalah keterbatasan komunikasi dan sosialisasi dengan dunia luar. Semua ini muncul karena penerapan aturan yang relatif ketat di sebuah asrama.
Saat ini saya tengah menempuh pendidikan akhir di SMA Negeri 3 Kayuagung. SMA ini mewajibkan seluruh anak didiknya untuk menempati asrama yang telah disediakan. Bersekolah di sekolah yang berasrama merupakan keputusan berat yang akhirnya saya ambil. Dan ternyata segala kabar angin yang berhembus itu benar. Komunikasi dan sosialisasi dengan dunia luar relatif terbatas apabila kalian memutuskan untuk sekolah di sekolah berasrama.
Asrama SMA 3 atau biasa kami sebut dengan istilah Dorm (Dormitory) merupakan asrama yang juga menerapkan peraturan-peraturan yang relatif ketat. Kami hanya diperbolehkan untuk pulang hari sabtu siang dan kembali lagi ke sekolah hari minggu sore. Untuk sekedar keluar dari lingkungan sekolah pun kami harus meminta surat izin kepada wali asrama ataupun guru piket. Tetapi untungnya kami diperbolehkan untuk membawa hp dengan syarat hp tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan sekolah yaitu tidak berkamera. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran video asusila di kalangan pelajar. Hp sangat membantu kami untuk berkomunikasi dengan orang tua. Bila rasa rindu melanda, kami bisa menelpon orang tua kami.
Dahulu aku merupakan pengguna si hijau yang katanya murah meriah. Pengalaman teman-temanku aku jadikan referensi. Kata mereka si hijau itu murah, sinyalnya pun kuat dan lancar. Ternyata apa yang dikatakan mereka tidak sama dengan kenyataan. Sinyalnya sering hilang entah kemana dan ketika nelpon sering sekali terputus. Pulsa pun cepat sekali berkurang karena mahalnya biaya nelpon. Sempat menyesal sih kenapa waktu itu aku milih si hijau padahal orang tua sudah menganjurkan pake Telkomsel. Hingga akhirnya aku jatuhkan pilihan kepada produk baru dari Telkomsel, dialah simPATI Freedom. Ketika libur lebaran kemarin aku gak sengaja nonton iklannya di tipi. Jujur aku langsung tertarik dengan si merah itu. Sepertinya banyak sekali fitur “ajaib” yang ditawarkannya. Aku langsung bertanya-tanya sama temen yang telah lebih dulu menjadi pengguna simPATI Freedom. Aku semakin tertarik, dan aku pun memutuskan untuk mengganti si hijau dengan si merah. Apalagi aku sadar bahwa bapakku, kakakku dan keluargaku yang lain pengguna Telkomsel sejak lama. Aku langsung menuju Counter Hp untuk membeli kartu perdananya. Dengan uang 7 ribu rupiah saja kita sudah dapat langsung menikmati keunggulan simPATI Freedom.
Aku membuktikan sendiri bahwa iklan si merah gak bohong. Kita hanya cukup menekan *999#. Semua pilihan keunggulan fitur bisa kita pilih disana. Hidup serasa dimanjakan dengan berbagai pilihan yang disediakan. Aku paling suka dengan fitur Ngobrol Tanpa Batas yang ditawarkan simPATI Freedom. Dengan uang Rp. 1500 saja aku sudah bisa bebas ngobrol dengan orang tua. Rasa rinduku pun bisa diobati. Cara mengaktifkan fitur ini pun gampang, cukup dengan menekan *999*55#.
Disini aku gak akan menjelaskan detail, tetapi disini aku menekankan dan menganjurkan kepada kalian untuk segera ganti kartu kalian dengan simPATI Freedom. Nikmati langsung keunggulannya, percaya sama aku, kamu gak bakal nyesel. Apalagi buat kalian yang senasib denganku (anak-anak asrama). Komunikasi kita dengan orang tua akan lancar bersama simPATI Freedom. Sinyalnya benar-benar kuat dan lancar serta biaya nelponnya murah euy apalagi ditambah gratisan-gratisannya. Mulai dari gratis nelpon, sms, sampai gratis akses internet, facebook-an pun juga lancar. Hidup di asrama sekalipun akan terasa lebih fleksibel jika kita menggunakan simPATI Freedom, Free Dorm bersama simPATI Freedom.
Terima kasih simPATI Freedom dan terima kasih Telkomsel. Semoga konsistensi kalian dalam menyediakan layanan komunikasi terbaik di negeri ini selalu dibuahi kesuksesan. Amin ya Robbal Alamin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar